banner 728x90

Menpora Ingin Indonesia Miliki Lap Doping

Menpora Ingin Indonesia Miliki Lap Doping

Menpora Imam Nahrawi (kelima dari kanan) saat menerima audensi dari LADI di Jakarta, Jumat (17/2/2017). (Humas Menpora)

Verdamilio.net Jakarta - Menpora Imam Nahrawi menerima audiensi Ketua Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) Zaini Kadhafi Saragih, di Kantor Menpora Senayan, Jakarta Jumat, (17/2/2017). Menpora didampingi di dampingi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S. Dewa Broto, Plt. Deputi Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah dan Staf Khusus Olahraga Taufik Hidayat. Sedangkan Zaini datang bersama Sekretaris Umum Arie Sutopo, Dewan Pembina James Tangkudung, Misbahul Munir, Syaifuddin Munis dan Wakil Sekretaris Suyadi Pawiro.

Seperti tercantum dalam rilis yang diterima Liputan6.com, dalam kesempatan itu, Zaini menyampaikan sebanyak 14 atlet PON XIX dan Peparnas XV Jawa Barat positif mengkonsumsi doping.

Menariknya, berdasarkan hasil temuan di lab dan wawancara atlet Peparnas bersangkutan sepertinya mereka minum jamu dan bukan disengaja untuk doping tetapi di dalam jamunya ada unsur yang termasuk di kategori doping.

Namun, konsekuensi yang harus diterima atlet-atlet tersebut lumayan berat. "Jika dari lab positif doping maka ada dua efek yakni status juaranya, bonus dan lain sebagainya langsung di cabut, terkecuali di pemeriksaan kedua negatif. Hukuman selanjutnya yakni maksimal dua tahun tidak boleh mengikuti kejuaraan resmi bukan seumur hidup, seumur hidup jika dokter timnya ikut terlibat," ujar Zaini.

Kondisi ini terjadi tak terlepas dari kurangnya sosialisasi tentang doping. Sementara, banyak atlet yang keluar masuk baru, berganti, di daerah dan lain faktor sebagainya. "Di LADI itu sebenarnya memang harus terus sosialisasi dan edukasi disamping daftar obat setiap tahun berubah, jadi setiap akhir tahun Badan Antidoping Dunia (WADA) mengeluarkan list baru dan kita harusnya terus sosialisasi," Zaini melanjutkan.